
ANALISA GANGGUAN PADA REFRIGERASI DAN AC
Petunjuk pemakaian
Setiap peralatan jenis apapun perlu penggunaan dan perawatan yang baik, sebab istilah mengatakan “lebih mudah membeli daripada merawat” kenyataan tersebut memang benar, membeli lebih mudah karena bila telah cukup uang sewaktu-waktu dapat kita belanjakan.
Cara mamakai maupun merawat mesin pendingin dapat di golongkan dalam dua katagori, yaitu cara perawatan dan pemakaian sehari-hari dan perawatan berkala, misalnya setiap dua atau tiga bulan sekali. Sedangkan perawatan sehari hari merupakan cara penggunaan setiap hari ketika mesin tersebut di operasikan. Adapun perawatan sehari-hari meliputi beberapa hal antara lai:
a.Tegangan kerja harus stabil
b.Waktu hendak di operasikan periksalah lebih dulu tegangan kerjanya.
c.Jangan kodisikan mesin pada posisi ON sewakttu listrik padam
d.Bagian evaporator harus sering di operasikan dan lain-lain
Gejala gangguan secara garis besar
a.Power supply
Kalau motor kompresor waktu dihubungkan dengan sumber btidak berputar, maka sebelum mencari kerusakan pada bagian-bagian lain periksalah tegangan pada stop kontak. Jika tegangannya tidak ada mungkin zekeringnya putus atau hubungan yang lepas.
Mesin pendingin tidak dibenarkan untuk bekerja dengan tegangan 10% diatas atau dibawah dari tegangan yang tertera pada pelat nama.
b.Kapasitor
Kapasitor yang digunakan pada mesin pendingin ada 2 macam
-Starting capasitor
-Running capasitor
Starting capasitor : hanya dipakai pada saat starting (berfungsi untuk menambah kopel pada saat start).
Sedangkan untuk Running capasitor : terpasang terus menerus pada saat start maupun jalan. (berfungsi untuk menambah torsi pada waktu start maupun pada waktu jalan).
Running capasitor juga berfungsi untuk memperbaiki cos sehingga mengurangi juga pemakaian arus dari motor. Kapasitas dari running capasitor umumnya jauh lebih rendah dibanding kapasitas (mfd) dari tsarting capasitornya.
Setiap capasitor baik itu starting ataupun running capasitor dalam pemakaian harus diperhatikan 2 hal yaitu :
-microfarad (mfd) rating
-voltage rating.
mfd rating menunjukan capasitas dari capasitor sedangkan voltage rating menunjukan tegangan kerja yang diinginkan dalam pemakaian capasitor tersebut.
Kerusakan yang umumnya terjadi pada capasitor adalah :
-kontak didalam (Short circuit)
-putus hubungannya didalam
-kontak dengan badan
-kekuatannya menurun
c.kompresor
-kompresor terlalu panas. Lakukan pemeriksaan dan bongkar kompresornya. Bila ada bagian yang rusak maka ganti yang baru
-adanya tetesan minyak pelumas di lantai hal ini umumnya karena adanya kebocoran pada kompresor atau karena pipa pecah.
-Salah satu klep kompresor rusak. Ini bisa ditandai dengan tidak menghasilkan es evaporator. Bila masih mungkin gantilah dengan klep yang baru yang terbuat darin pelat baja tipis. Tetapi bila kerusakan sudah sedemikian parah dan tidak mungkin
-Setelah perbaikan pada kompresor dah selesai dah selesai harus di vakumkan terlebih dahulu.
d.Evaporator
Evaporator dibuat dari pipa-pipa yang disusun seri atau pararel. Pada evaporator yang disusun pararel, ada kemungkinan salah satu dari pipa tersebut ada yang buntu seluruhnya atau buntu sebagian. Untuk mengetahui pipa yang buntu dari evaporator maka penutup bagian dari evaporator dibuka dan biarkan udara mengalir keluar tanpa melalui evaporator.
Evaporator harus diganti apabila:
1)Terdapat kebocoran pada pipa atau sambungan-sambungan
2)Pipa atau rusak-rusaknya telah rusakdan tidak dapat diperbaiki lagi
3)Buntu atau buntu sebagian karena ada kotoran pada pipa yang gepeng
e.Bahan pendingin
Ganguan dari bahan pendingin pada RAC ada 3 macam:
1)Terlalu banyak isi bahn pendingin
2)Kurang isi bahan pendingin
3)Bocor
Tidak ada komentar:
Posting Komentar